sehari yang lalu
Peristiwa Isra Mi’raj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang diberikan Allah SWT kepada Baginda Rasulullah ﷺ. Perjalanan spiritual dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha dalam satu malam, bukan sekadar fenomena supranatural. Lebih dari itu, terdapat deretan hikmah Isra Mi’raj bagi kehidupan Muslim yang tetap relevan untuk kita renungkan dan aplikasikan di tengah hiruk-pikuk dunia modern.
Bagi kita, Sahabat Qur’ani, memahami makna Isra Mi’raj berarti menggali kembali esensi penghambaan kita kepada Sang Pencipta. Peristiwa ini terjadi pada masa yang sulit bagi Rasulullah ﷺ, yang dikenal sebagai Amul Huzni (Tahun Kesedihan). Melalui perjalanan ini, Allah memberikan penghiburan sekaligus tugas besar yang menjadi fondasi utama syariat Islam.
Berikut adalah 5 hikmah Isra Mi’raj bagi kehidupan Muslim yang dapat kita jadikan pedoman untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa.
1. Isra Mi’raj sebagai Penguat Keimanan kepada Allah
Pelajaran Isra Mi’raj yang paling mendasar adalah tentang keimanan terhadap kekuasaan Allah yang mutlak. Kejadian ini menembus batas logika manusia, di mana jarak ribuan kilometer dan dimensi langit ketujuh ditempuh hanya dalam waktu semalam.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra ayat 1:
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami..."
Bagi Sahabat Qur’ani, hikmah Isra Mi’raj bagi kehidupan Muslim dalam poin ini adalah menyadari bahwa jika Allah berkehendak, tidak ada yang mustahil. Kepercayaan yang kokoh seperti yang ditunjukkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq saat membenarkan peristiwa ini adalah teladan bagi kita untuk tetap teguh memegang syariat, meski terkadang sulit dinalar oleh logika manusia yang terbatas.
2. Perintah Shalat sebagai Inti Hikmah Isra Mi’raj
Berbeda dengan ibadah lainnya yang disampaikan melalui wahyu Jibril, ibadah shalat diterima langsung oleh Rasulullah ﷺ dari Allah SWT di Sidratul Muntaha. Hal ini menunjukkan betapa istimewanya kedudukan shalat dalam Islam.
Hikmah Isra Mi’raj bagi kehidupan Muslim yang paling krusial adalah memahami bahwa shalat adalah sarana "Mi’raj" bagi setiap mukmin. Jika Rasulullah ﷺ naik ke langit untuk bertemu Allah, maka kita sebagai umatnya dapat "bertemu" dan berkomunikasi langsung dengan Allah melalui sujud-sujud kita. Shalat adalah kebutuhan ruhani yang menghubungkan hamba dengan Penciptanya tanpa perantara.
3. Isra Mi’raj sebagai Pengingat Pentingnya Kedisiplinan Ibadah
Melalui peristiwa Isra Mi’raj, kita belajar tentang urgensi waktu dan kedisiplinan. Perjalanan yang sangat jauh dilakukan dalam waktu yang sangat singkat menunjukkan betapa berharganya setiap detik dalam ketaatan.
Selain itu, penetapan waktu shalat lima waktu mengajarkan Sahabat Qur’ani untuk hidup teratur. Hikmah Isra Mi’raj bagi kehidupan Muslim mengajarkan kita bahwa kedisiplinan dalam ibadah akan membentuk karakter yang disiplin dalam segala aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan hingga hubungan sosial. Allah menyukai hamba-Nya yang konsisten dalam menjalankan kewajiban tepat pada waktunya.
4. Nilai Kesabaran dan Keteguhan Rasulullah ﷺ dalam Menghadapi Ujian
Sebelum peristiwa Isra Mi’raj terjadi, Rasulullah ﷺ diuji dengan wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib, dua pendukung utama dakwah beliau. Di tengah kesedihan mendalam dan penolakan kaum kafir Quraisy yang semakin keji, Allah menghadiahi beliau perjalanan Isra Mi’raj.
Ini memberikan pelajaran Isra Mi’raj yang sangat mendalam: bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Bagi Sahabat Qur’ani yang sedang menghadapi ujian hidup, hikmah Isra Mi’raj bagi kehidupan Muslim ini adalah pengingat bahwa Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang bersabar. Ujian adalah cara Allah menaikkan derajat seseorang sebelum diberikan karunia yang lebih besar.
5. Isra Mi’raj sebagai Pedoman Membangun Hubungan Vertikal dan Horizontal
Isra Mi’raj terdiri dari dua dimensi perjalanan. Isra (perjalanan horizontal dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa) dan Mi’raj (perjalanan vertikal menuju Sidratul Muntaha). Ini adalah simbol keseimbangan hidup seorang Muslim.
Hikmah Isra Mi’raj bagi kehidupan Muslim menuntut kita untuk seimbang dalam menjaga Hablum minallah (hubungan dengan Allah) dan Hablum minannas (hubungan dengan sesama manusia). Kita dituntut untuk saleh secara individu melalui ibadah shalat, namun juga harus saleh secara sosial dengan menebar manfaat di muka bumi, sebagaimana Rasulullah ﷺ yang kembali ke bumi setelah Mi’raj untuk memimpin dan memperbaiki akhlak umat manusia.
Mari Merefleksikan Makna Isra Mi’raj
Sahabat Qur’ani, hikmah Isra Mi’raj bagi kehidupan Muslim bukanlah sekadar materi pengajian tahunan, melainkan kompas spiritual yang mengarahkan hidup kita. Dari peristiwa ini, kita belajar tentang iman yang melampaui logika, urgensi shalat, kedisiplinan, kesabaran dalam ujian, serta keseimbangan sosial-spiritual.
Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki kualitas shalat kita, karena shalat adalah hadiah terindah dari perjalanan agung tersebut. Semoga dengan meresapi makna Isra Mi’raj, kita menjadi hamba yang lebih bertaqwa dan selalu merasa dekat dalam pengawasan Allah SWT.
Sudahkah kita menjadikan shalat sebagai kebutuhan utama dalam hari-hari kita? Mari bermuhasabah dan terus memperbaiki diri?