Konsultasi Agama

Benarkah Nabi Harus Melewati Neraka untuk Menuju Surga?


sebulan yang lalu


benarkah-nabi-harus-melewati-neraka-untuk-menuju-surga
Tanya: 
Assalamu’alaikum wr wb.
Saya pernah membaca Al Qur’an dan terjemahnya yang isinya bahwa Nabi pun harus memasuki neraka sebelum memasuki surga. Saya lupa surat dan ayatnya. Mohon penjelasan Bapak Pengasuh. Terima kasih. 
 
Asep Burhanuddin - Bandung 
 
Jawab:
Wa’alaikum salam wr wb.
Terima kasih. Ini pertanyaan yang amat menarik.  Mungkin ayat berikut ini yang Pak Asep Burhanuddin maksudkan,
وَاِنْ مِّنْكُمْ اِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلٰى رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا ۚ 
“Tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak melewatinya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah ketentuan yang sudah ditetapkan” (QS Maryam [19]: 71).
Berdasar ayat ini, siapa pun termasuk Nabi SAW harus melewati jembatan di atas neraka untuk menuju surga. Bahkan, dalam hadis disebutkan, Nabi SAW adalah orang pertama yang melewatinya. Di atas jembatan itu, Nabi SAW berdoa, “Allahumma sallim, sallim” (wahai Allah, selamatkan aku, selamatkan aku (dan semua pengikutku).” 
 
Nabi berdoa demikian karena jembatan itu sangat licin dan bergoyang, hanya orang beriman dan mendapat pertolongan Nabi yang bisa selamat. Sebagian orang dapat melewati jembatan itu secepat kilat, atau secepat lari kuda, atau berjalan biasa, atau merangkak. Semuanya sesuai iman dan perbuatannya selama di dunia. Ada juga yang melewatinya dengan cahaya yang memancar pada ujung semua jari kakinya, sebagaimana disebut dalam Al Qur’an, 
يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ يَسْعٰى نُوْرُهُمْ بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ بُشْرٰىكُمُ الْيَوْمَ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُۚ 
“Pada hari (itu) engkau akan melihat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka. (Dikatakan kepada mereka,) “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai (dan) mereka kekal di dalamnya. Demikian itulah kesuksesan yang sangat besar” (QS. Al Hadid [57]: 12)
 
Sebaiknya Bapak Asep Burhanudin tidak membaca ayat 71 saja, tapi diteruskan membaca ayat berikutnya yang berbunyi,
ثُمَّ نُنَجِّى الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّنَذَرُ الظّٰلِمِيْنَ فِيْهَا جِثِيًّا
“Selanjutnya, Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalamnya (neraka) dalam keadaan tersungkur” (QS. Maryam [19]: 72).
 
Berdasar ayat ini, maka Nabi SAW sebagai manusia yang paling beriman dan paling baik ibadahnya dibandingkan semua nabi dan semua manusia, maka ia diselamatkan Allah dari neraka, seperti Nabi Ibrahim as yang diselamatkan Allah dengan menjadikan api yang membakarnya terasa dingin seperti AC. 
Semoga Bapak Asep dan semua pembaca diselamatkan Allah dalam melewati jembatan yang amat mengerikan itu. Wallahu ta’ala a’lam.