5 hari yang lalu
Kehidupan modern sering kali terasa seperti perlombaan yang tidak ada habisnya. Sejak mata terbuka di pagi hari hingga kembali terpejam di malam hari, deretan daftar pekerjaan, urusan rumah tangga, hingga notifikasi gawai seolah berebut perhatian kita. Di tengah kepungan aktivitas yang padat ini, menjaga konsistensi atau istiqamah membaca Al-Qur’an sering kali menjadi tantangan yang berat.
Sahabat Qur’ani, pernahkah Anda merasa hari berlalu begitu saja tanpa sempat menyentuh mushaf? Rasanya waktu 24 jam tidak pernah cukup. Namun, penting untuk kita sadari bahwa Al-Qur'an bukanlah beban yang menambah kesibukan, melainkan keberkahan yang akan menata waktu kita. Menjaga interaksi dengan kalam Allah di tengah kesibukan adalah kunci agar jiwa kita tetap hidup dan tidak kering di tengah gersangnya rutinitas duniawi.
Berikut adalah 5 cara praktis agar kita tetap bisa istiqamah membaca Al-Qur’an meski jadwal harian terasa sangat padat.
1. Meluruskan Niat Membaca Al-Qur’an sebagai Kebutuhan Ruhani
Langkah awal yang paling menentukan adalah bagaimana kita memandang Al-Qur'an. Jika kita menganggapnya sebagai "kewajiban tambahan", maka membacanya akan terasa berat. Namun, jika kita menanamkan niat bahwa membaca Al-Qur'an adalah kebutuhan ruhani—seperti halnya tubuh butuh makan dan minum—maka kita akan selalu mencari cara untuk memenuhinya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 2:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karena ayat itu), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal.”
Dengan niat yang lurus untuk menambah iman, Sahabat Qur’ani akan memandang setiap ayat yang dibaca sebagai energi untuk menghadapi hari, bukan sekadar tugas yang harus cepat diselesaikan.
2. Mengatur Waktu Khusus Membaca Al-Qur’an di Sela Kesibukan
Waktu untuk Al-Qur'an tidak akan pernah ada jika kita hanya menunggu waktu luang. Kita harus meluangkan waktu, bukan menunggu waktu luang. Pilihlah waktu yang paling "sakral" bagi Anda, misalnya 10 menit setelah Shalat Shubuh atau 10 menit sebelum tidur malam.
Rasulullah SAW bersabda: “Berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud).
Waktu fajar atau setelah Shubuh sering kali menjadi waktu yang paling berkah karena pikiran masih segar dan suasana masih tenang. Menjadikan Al-Qur'an sebagai pembuka hari akan memberikan efek psikologis yang positif, membuat perasaan lebih tenang sepanjang sisa hari.
3. Memulai dari Target Kecil namun Konsisten
Kesalahan yang sering membuat semangat luntur adalah menetapkan target yang terlalu tinggi di awal, seperti ingin membaca satu juz sehari padahal jadwal sedang sangat padat. Akhirnya, saat target tidak tercapai, kita merasa gagal dan berhenti sama sekali.
Islam sangat mencintai keistiqamahan. Rasulullah SAW bersabda: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin (konsisten) dilakukan meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sahabat Qur’ani, mulailah dari target yang paling realistis bagi Anda. Membaca setengah halaman atau satu lembar sehari secara konsisten jauh lebih baik daripada membaca satu juz namun hanya dilakukan sebulan sekali. Keistiqamahan dalam amalan kecil inilah yang akan mengundang keberkahan dalam waktu dan urusan Anda.
4. Memanfaatkan Momen Singkat untuk Tilawah Al-Qur’an
Kita sering meremehkan "waktu-waktu sela" yang kita miliki. Waktu menunggu transportasi umum, waktu saat mengantre, atau jeda antara dua aktivitas sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membaca Al-Qur'an melalui aplikasi di gawai atau membaca hafalan yang sudah dimiliki.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 191:
"(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring...”
Ayat ini mengingatkan bahwa berinteraksi dengan Allah bisa dilakukan dalam kondisi apa pun. Sahabat Qur’ani dapat mencicil bacaan sedikit demi sedikit. Tanpa terasa, kumpulan momen singkat tersebut bisa membantu Anda menyelesaikan satu halaman atau bahkan lebih dalam sehari.
5. Menjadikan Al-Qur’an sebagai Sumber Ketenangan dan Kekuatan Hidup
Terakhir, jadikanlah Al-Qur'an sebagai tempat pelarian dari lelahnya dunia. Saat pekerjaan terasa menumpuk dan stres melanda, berhentilah sejenak. Ambillah wudhu dan bacalah beberapa ayat. Al-Qur’an berfungsi sebagai Syifa (obat) bagi kegelisahan hati.
Sebagaimana firman Allah:
“...Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28).
Ketika Anda merasakan sendiri bagaimana Al-Qur'an mampu mendinginkan hati yang panas dan menenangkan pikiran yang kalut, Anda tidak akan mau melewatkan satu hari pun tanpanya. Al-Qur'an akan menjadi kekuatan yang membuat Sahabat Qur’ani lebih tangguh menghadapi berbagai tekanan hidup.
Merawat Istiqamah dalam Langkah Kecil
Sahabat Qur’ani, istiqamah memang tidak mudah, namun ia bukan hal yang mustahil. Kuncinya bukan pada seberapa banyak yang kita baca dalam satu waktu, melainkan pada seberapa kuat kita menjaga hubungan dengan Al-Qur’an setiap harinya. Jangan biarkan kesibukan dunia merampas hak jiwa Anda untuk mencicipi indahnya kalam ilahi.
Mari kita mulai lagi hari ini, dari satu ayat, satu halaman, dengan satu harapan: agar Allah senantiasa membimbing kita menjadi ahli Al-Qur’an yang tetap teguh di tengah badai kesibukan.