Edukasi

Kiat Membangkitkan Minat Baca Anak


sebulan yang lalu


kiat-membangkitkan-minat-baca-anak

Membaca adalah salah satu pintu untuk membuka cakrawala ilmu pengetahuan. Membaca adalah jendela dunia. Seorang teman ketika aktif dalam sebuah organisasi kampus dan mengikuti sebuah event training yang menghadirkan beraneka ragam dan latar belakang peserta, terlihat sekali siapa di antara mereka yang berwawasan dan hanya sekadar asal bunyi (asbun) di forum dialog dan diskusi. 

Ketika berusaha mencermati background keluarga, tanpa disadari ternyata sangat dekat sekali korelasinya antara wawasan seseorang dan lingkungan tempat mereka dibesarkan. Suatu waktu saya berkesempatan menginap di rumah salah seorang teman yang saya bicarakan di atas, ternyata satu ruang kamar di rumahnya tersedia perpustakaan mini sebuah keluarga. Isinya mulai dari kitab-kitab kuning hingga buku-buku ilmiah, sastra, dan lain-lainnya. 

Maka, ketika berupaya menelisik keluarga tersebut lebih jauh, ternyata mereka adalah keluarga berpendidikan pesantren dan umum. Abahnya tokoh mumpuni dan berpengaruh di kota itu. Maka, maklumlah bila di antara putra-putrInya sekarang menjadi wartawan dan jurnalis di beberapa koran nasional di negeri ini, bahkan ada yang sukses menjadi tokoh nasional. Salah satu kunci suksesnya adalah keluarga tersebut memberi ruang membaca sejak dini dan lingkungan kondusif bagi berkembangnya wawasan kedalaman ilmu diniyah dan umum. 

Lalu bagaimana kita membangkitkan minat membaca anak-anak dalam keluarga? Apalagi di era tumbuh pesatnya teknologi informasi yang kian dekat dan menempel disetiap individu keluarga. Hampir dipastikan HP, laptop, dan gadget, salah satu di antaranya telah dimiliki hampir semua lapisan keluarga. Maka, bila ingin putra-putri kita memiliki kecakapan dan keluasan wawasan dan ilmu pengetahuan, caranya adalah memberikan pembiasaan membaca sejak dini. Kiat-kiat tersebut di antaranya:

Pertama: Ayah dan Ibu biasakan membacakan buku untuk putra-putrinya yang masih bawah dua tahun (baduta) dan bawah tiga tahun (batita), serta bawah lima tahun (balita), baik waktu senggang maupun menjelang tidur. Jangan biarkan anak-anak tidur di depan TV atau gadget tanpa pengawasan dan pendampingan. Suatu saat anak diminta untuk menceritakan kembali buku yang telah dibacakan untuk melatih anak memiliki banyak kosa kata dan keberanian berbicara. Bila hal itu sering dilakukan, percayaan diri anak sejak dini dapat tumbuh sekaligus berkembang. 

Kedua: Berikan tema buku mulai dari yang ringan (yang dekat dengan pembiasaan kehidupan sehari-hari anak seperti aku berani tidur sendiri, aku bisa gosok gigi, aku bisa makan sendiri, dan lain-lain) karena akan mampu memotivasi anak untuk hidup secara mandiri serta menanamkan pembiasan kemandirian sejak dini. Apabila hal itu rutin dilakukan, mereka terbiasa berperilaku mandiri menata kebiasaan setiap hari. 

Ketiga: Bacakan kisah-kisah dalam shirah nabawiyah (sejarah Islam) untuk memantik uswah hasanah dari Rasulullah SAW dan para sahabatnya serta para salafus-shalih sebagai bekal menanamkan nilai-nilai religiulitas sejak dini kepada anak.

Para sahabat Rasulullah dan kaum salafus shalih sangat bersemangat dalam mempelajari shirah nabawiyah dan mengajarkannya kepada putra-putri mereka. Bahkan, mereka mengajarkan di tengah mereka mempelajari Al-Qur’an. Sebab, shirah dapat membangkitakan emosi, memvisualisasikan realitas dinul Islam, memberi pengaruh yang luar biasa bagi jiwa mereka, serta dapat menanamkan kecintaan dan semangat dakwah serta menyelamatkan umat dari kesesatan menuju hidayah dari kebatilan menuju kebenaran Islam. 

Diriwatkan dari Ismail bin Muamad bin Sa’d bin Abi Waqqos RA, bahwa ia berkata,

“Ayahku mengajarkan kepadaku tentang sejarah perang Rasulullah dan ekspedisinya dan ayah juga mengatakan kepadaku, Wahai anakku, sesungguhnya shirah merupakan kemulian bapak-bapak kalian. Maka, sekali-kali jangan sampai kalian melupakannya”
(Khatib Al Baghdadi, Al Kifayah fi ílmi Ar-riwayah).

Keempat: Ajaklah anak-anak untuk mengunjungi perpustakaan terdekat, perpustakaan online dan mengunjungi toko buku di waktu liburan. Sebab, lebih baik anak membelanjakan buku yang bermanfaat dan berkualitas daripada hanya membeli hal-hal yang kurang bermanfaat. Sehingga sejak dini mereka terbiasa belajar dan memprioritaskan sesuatu yang utama dan baik serta memiliki banyak makna dan manfaatnya. Buku adalah jendela dunia yang mampu membangkitkan motivasi dan daya nalar anak.

Kelima: Bila daya baca anak semakin meningkat seiring perkembangan usia anak, mulai usia kelas 4 si anak bisa diikutkan pelatihan untuk menambah kapasitas belajar anak; mulai cara membaca cepat (speed reading), mengingat cepat (short memory system), dan meringkas cepat/peta pikiran (mind mapping). Ketiganya semakin mendukung meningkatkan kapasitas belajar anak dengan optimal apabila diikuti dengan sebaik-baiknya dan banyak melatih diri. 

Kelima: Sebagai reverensi bagi para orang tua bila anak sudah tumbuh minat baca dan keranjingan membaca, para orang tua bisa akses buku e-book baik yang berbayar maupun yang gratis. E-book memang tidak memiliki bentuk fisik karena e-book hanya berbentuk sebuah file yang biasanya berekstensi PDF yang bisa dibuka melalui perangkat desktop maupun mobile. Mengakses e-book tidak semuanya bisa diakses secara gratis, karena sudah banyak pula E-book yang berbayar. Untuk versi gratis, bisa mencarinya di internet sesuai genre buku yang dicari.

Lantas di mana kita bisa mendapatkan e-book yang bagus dan berkualitas namun tetap bisa kita akses secara gratis? Kita  bisa buka link openlibrary.org, manybooks.net, bookboon.com, getfreeebooks.com, ataupun ebookdirectory.com.  Tetapi, semua itu disesuaikan dengan kebutuhan anak dan terus berupaya mencari literasi yang layak dibaca oleh anak sesuai perkembangan dan pertumbuhan usia mereka.

Semoga kita mampu menjadi orang tua yang mendampingi tumbuh kembang anak dengan lingkungan yang kondisif, aman, nyaman, dan bersandar dengan spiritualitas yang menguatkan serta menambah cakrawala. Wawasan dan ilmu pengetahuan pun semakin luas.