Tilawati

Membangun Keluarga Sakinah Melalui Komunikasi yang Baik


16 jam yang lalu


membangun-keluarga-sakinah-melalui-komunikasi-yang-baik

Memiliki rumah tangga yang penuh dengan ketenangan dan kebahagiaan adalah dambaan setiap pasangan Muslim. Namun, di tengah gempuran kesibukan duniawi dan tantangan zaman, mempertahankan kedamaian di bawah satu atap membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh. Salah satu kunci utama yang sering kali terlupakan namun memiliki dampak luar biasa adalah bagaimana cara kita berbicara dan mendengarkan pasangan. Upaya membangun keluarga sakinah melalui komunikasi yang baik bukan sekadar teori, melainkan implementasi nyata dari ajaran Al-Qur'an.

Sahabat Qur’ani, komunikasi dalam sebuah pernikahan ibarat aliran darah dalam tubuh. Jika alirannya lancar, maka seluruh anggota tubuh akan sehat. Begitu pula dengan rumah tangga; jika kata-kata yang keluar penuh dengan keberkahan dan kejujuran, maka ketenangan jiwa akan hadir. Mari kita bedah bagaimana cara membangun keluarga sakinah melalui komunikasi yang baik agar bahtera rumah tangga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

1. Makna Keluarga Sakinah dalam Perspektif Al-Qur’an

Konsep keluarga dalam Islam berpijak pada ketenangan jiwa. Allah SWT menjelaskan hal ini dengan sangat indah dalam Surah Ar-Rum ayat 21:

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram (sakinah) kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah)..."

Sakinah bermakna ketenangan yang hadir setelah adanya gejolak. Untuk mencapai level keluarga sakinah mawaddah warahmah, pasangan suami istri harus mampu menciptakan suasana saling percaya. Kepercayaan ini mustahil terbangun tanpa adanya keterbukaan. Oleh karena itu, membangun keluarga sakinah melalui komunikasi yang baik dimulai dengan memahami bahwa pasangan kita adalah tempat berlabuh yang paling aman bagi segala keluh kesah dan harapan kita.

2. Peran Komunikasi yang Baik dalam Menjaga Keharmonisan

Banyak konflik dalam rumah tangga yang bermula dari salah paham (miscommunication). Kata-kata yang tidak terucap atau kalimat yang disampaikan dengan nada yang salah dapat menjadi api dalam sekam. Inilah mengapa membangun keluarga sakinah melalui komunikasi yang baik menjadi sangat krusial. Komunikasi bukan hanya soal bertukar informasi, tetapi soal menyambungkan dua hati agar tetap selaras.

Hubungan suami istri harmonis ditandai dengan kemampuan pasangan untuk saling memahami bahasa kasih masing-masing. Komunikasi yang baik berfungsi sebagai jembatan untuk menyamakan persepsi, meredam ego, dan memastikan bahwa tidak ada beban perasaan yang dipendam sendirian. Dengan kata lain, membangun keluarga sakinah melalui komunikasi yang baik adalah cara kita memastikan bahwa "kapal" rumah tangga kita tidak bocor karena komunikasi yang tersumbat.

3. Prinsip Komunikasi Islami: Lembut, Jujur, dan Saling Menghargai

Al-Qur'an memberikan panduan eksplisit mengenai cara berbicara, yaitu Qaulan Layyinan (perkataan yang lemah lembut) dan Qaulan Sadidan (perkataan yang benar/jujur). Dalam komunikasi dalam keluarga Islami, kejujuran harus selalu dibalut dengan kelembutan. Kita dilarang berbicara kasar meskipun sedang dalam keadaan marah kepada pasangan.

Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam membangun keluarga sakinah melalui komunikasi yang baik. Beliau tidak pernah memaki istrinya dan selalu menggunakan panggilan yang mesra. Saling menghargai pendapat, meskipun berbeda, merupakan bagian dari akhlak mulia. Ketika suami dan istri mempraktikkan cara menjaga keharmonisan rumah tangga dengan tutur kata yang santun, maka malaikat akan menaungi rumah tersebut dengan rahmat-Nya.

4. Mengelola Konflik Rumah Tangga dengan Bijak

Konflik adalah bumbu dalam pernikahan, namun jika tidak dikelola, ia bisa menjadi racun. Membangun keluarga sakinah melalui komunikasi yang baik diuji saat terjadi perselisihan. Prinsip utama dalam mengelola konflik adalah "menyerang masalahnya, bukan orangnya." Hindari kata-kata yang menghakimi atau mengungkit kesalahan masa lalu.

Gunakanlah metode "tabayyun" atau klarifikasi sebelum mengambil kesimpulan. Dengarkan penjelasan pasangan dengan hati yang tenang, bukan dengan niat untuk membalas argumen. Hubungan suami istri harmonis tercipta ketika keduanya sepakat untuk mencari solusi bersama demi keutuhan keluarga, bukan demi kemenangan ego pribadi. Inilah seni sejati dalam membangun keluarga sakinah melalui komunikasi yang baik.

5. Dampak Komunikasi Positif Terhadap Pendidikan Anak dan Ketahanan Keluarga

Anak adalah pengamat yang paling ulung. Mereka tidak hanya mendengar apa yang kita katakan, tetapi melihat bagaimana cara orang tuanya berinteraksi. Komunikasi dalam keluarga Islami yang positif akan memberikan rasa aman secara psikologis bagi anak. Jika anak melihat orang tuanya selalu mengedepankan diskusi dan kelembutan, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan emosional tinggi.

Lebih jauh lagi, membangun keluarga sakinah melalui komunikasi yang baik memperkuat ketahanan keluarga dari pengaruh negatif luar. Keluarga yang solid dalam komunikasi tidak akan mudah terprovokasi oleh fitnah atau tekanan sosial. Inilah kunci cara menjaga keharmonisan rumah tangga yang berdampak jangka panjang bagi generasi penerus kita.

Merawat Sakinah di Setiap Kata

Sahabat Qur’ani, kebahagiaan rumah tangga tidak turun begitu saja dari langit, ia adalah hasil dari doa yang dipanjatkan dan usaha yang dipraktikkan setiap hari melalui lisan kita. Membangun keluarga sakinah melalui komunikasi yang baik adalah perjalanan seumur hidup yang membutuhkan kesabaran dan keikhlasan.

Mari kita berjanji untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara, dan lebih banyak memuji daripada mencela. Jadikanlah setiap percakapan dengan pasangan sebagai ibadah yang mendekatkan kita kepada surga-Nya. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi rumah tangga kita dengan kedamaian dan kasih sayang yang abadi.