sehari yang lalu
Al-Qur’an adalah sumber petunjuk paling sempurna, pembawa rahmat dan berita gembira. Setiap pembacanya meski hanya satu huruf mendapatkan 10 pahala kebaikan. Orang yang mengajarkannya berarti menjadi perantara bagi orang lain untuk memperoleh hidayah, Rahmat, dan berita gembira baik untuk kehidupan di dunia maupun akhirat.
Di antara firman Allah dan hadis Nabi SAW menjelaskan:
1. اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar” (QS Al-Isra’ ayat 9).
2. وَلَقَدْ جِئْنٰهُمْ بِكِتٰبٍ فَصَّلْنٰهُ عَلٰى عِلْمٍ هُدًى وَّرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ
“Sungguh, Kami telah mendatangkan kepada mereka kitab (Al-Qur’an) yang telah Kami jelaskan secara terperinci atas dasar pengetahuan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS Al-A’raf ayat 52).
3. خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR Bukhari).
4.مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka ia akan mendapatkan seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR Muslim). Dari hadis ini, insan terbaik adalah yang terlibat aktif dalam ilmu Al-Qur’an, baik sebagai murid, guru, maupun manajemen yang merakit potensi untuk istiqamah mendakwahkan Al Quran.
Beberapa ulama dan mufassir berpendapat sebagai berikut.
1. Imam Al-Qurthubi menekankan bahwa ayat-ayat yang memerintahkan untuk menyampaikan wahyu dan mengajarkan Al-Qur’an menunjukkan bahwa pengajar Al-Qur’an adalah pewaris tugas kenabian. Ia menyebut bahwa mengajarkan Al-Qur’an adalah bagian dari menyebarkan ilmu yang paling utama.
2. Imam Fakhruddin Ar-Razi menyatakan bahwa orang yang mengajarkan Al-Qur’an adalah penyambung rahmat Allah kepada umat manusia, karena Al-Qur’an adalah sumber petunjuk dan cahaya.
3. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah membagi keutamaan mengajarkan Al-Qur’an menjadi dua: Mengajarkan lafaz dan tajwidnya serta Mengajarkan makna dan kandungannya, yang kedua ini lebih utama, sebab selain menjadi bacaan, tujuan utama Al-Qur’an adalah petunjuk.
4. Muhammad Abduh menyebut bahwa hadis “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an” adalah motivasi besar untuk menjadi insan terbaik. Ia menekankan bahwa mengajar Al-Qur’an bukan hanya teknis membaca, tapi juga membimbing pemahaman dan pengamalan.
5. Imam Nawawi dalam Riyadhus Shalihin menempatkan bab keutamaan membaca dan mengajarkan Al-Qur’an sebagai bagian dari amal paling utama yang mendatangkan keberuntungan dunia dan akhirat.
Beberapa ulama serta mufassir menyimpulkan bahwa:
1. Mengajarkan Al-Qur’an adalah amal terbaik yang mendekatkan seseorang kepada derajat para nabi.
2. Pengajar Al-Qur’an adalah penyambung rahmat dan cahaya Allah.
3. Pahala mereka terus mengalir, bahkan setelah wafat, selama ilmu itu diamalkan.
4. Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi pembaca dan pengajarnya di hari kiamat.
Semoga kita semua yang terlibat dalam dakwah bil Quran melalui Nurul Falah, mendapat jaminan kebaikan di dunia dan akhirat, aamiin ya Allah.