Parenting

Menumbuhkan Minat Baca Anak


sebulan yang lalu


menumbuhkan-minat-baca-anak

Orang tua mana yang tidak senang apabila putra-putrinya mampu membaca lebih cepat. Realitasnya, terkadang masih banyak orang tua memasukkan anak ke sekolah lebih awal hanya ingin bisa calistung lebih cepat. Tentu boleh-boleh saja memiliki mimpi seperti itu. Namun, apakah perkembangan anak sudah siap sesuai tahapan dalam perkembangan anak?

Membaca dapat diibaratkan membuka jendela dunia, karena dengan membaca akan memperluas wawasan kita. Membaca juga dapat meningkatkan daya pikir dan kemampuan seseorang dalam menemukan hal-hal baru yang berguna bagi kehidupan. Orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk menumbuhkan minat baca pada anak. Kontribusi Ayah Bunda membacakan buku adalah sebuah kebutuhan dalam pengasuhan karena dapat mendekatkan hubungan antara orang tua dan anak. Membacakan buku pada anak dapat mengoptimalkan kemampuan berkomunikasi dan berbahasa sejak dini. 

Minat baca anak adalah salah satu aspek penting dalam perkembangan intelektual dan kreatif mereka. Orang tua memiliki peran yang sangat signifikan dalam membantu mengembangkan minat baca anak-anak mereka. Hal ini tidak hanya akan membantu anak-anak meningkatkan keterampilan membaca mereka, tetapi juga membuka pintu untuk pemahaman yang lebih dalam tentang dunia, kreativitas, dan pengetahuan. Mengapa membaca perlu dilakukan, karena membaca mampu menambah kosa kata baru, meningkatkan kemampuan menangkap ide, meningkatkan rasa ingin tahu dan mengembangkan daya imajinasi anak. 

Hal yang perlu dilakukan Ayah Bunda untuk menumbuhkan dan mendampingi minat baca pada anak antara lain: 

Pertama: memahami tahapan perkembangan minat baca anak. Caranya, menjadikan buku sebagai media mainan yang menyenangkan. Misalnya sambil bermain membawa buku ke sana kemari ataupun membolak-balikan halaman buku. Terkadang anak mulai pura-pura membaca dan memahami buku, anak mulai menyadari akan adanya tulisan di dalam buku dan mengenal huruf abjad. Ada pula anak mulai tertarik pada bacaan dalam buku, mengingat tulisan, dan berusaha membaca berbagai tanda serta anak sudah dapat membaca tulisan dengan lancar tanpa perlu didampingi oleh orang dewasa. Semakin banyak anak mendengar dan mengucapkan kata-kata di rumah, itulah harta berharga sebelum masuk sekolah.

Kedua: memahami cara belajar anak. Orang tua harus memahami cara belajar anak karena setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda. Dengan mengenali cara belajar ananda, Ayah Bunda dapat melakukan kegiatan yang sesuai untuk menumbuhkan minat baca anak sehingga anak mendapat pengalaman membaca yang menyenangkan. Cara belajar anak harus sesuai dengan gayanya masing-masing anak yang tidak bisa dipaksakan menurut kehendak orang tua. Anak yang memiliki cara belajar visual lebih suka dan mudah menerima informasi dengan cara melihat. Maka, kiat orang tua harus harus memilihkan buku bergambar yang menarik, tunjukkan gambar dan ajak anak berdiskusi. Setelah anak tertarik, lakukan proses membacakan buku. Kemudia mengajak anak menggambar atau menceritakan kembali isi buku setelah selesai membaca. Berbeda dengan anak yang memiliki cara belajar auditori lebih suka dan mudah menerima informasi dengan cara mendengarkan. Maka, orang tua perlu memilihkan buku yang menarik bacakan cerita dengan intonasi yang tepat dan ajak anak mencari lagu yang isinya berhubungan dengan cerita. Lain lagi dengan anak yang memiliki cara belajar kinestetik lebih suka dan mudah memahami sesuatu melalui gerakan. Orang tua perlu memilih buku yang menarik, membacakan buku dengan intonasi yang tepat diikuti gerakan yang sesuai dan ajaklah anak bergerak menirukan tokoh yang ada pada buku (bermain peran).

Ketiga: menyediakan bahan bacaan bagi anak. Orang tua bisa menyediakan berbagai bahan bacaan sesui tahap perkembangan anak berupa buku-buku yang menarik anak, poster atau mainan. 

Keempat: mengenalkan berbagai media sumber bacaan anak. Orang tua bisa mengajak anak ke perpustakan, mengajak ke toko buku, ke taman bacaan, memberikan anak buku bergambar atau memberikan anak kartui bergambar.

Dengan membawa anak-anak ke perpustakaan setempat untuk meminjam buku-buku baru dan mengikuti program-program membaca serta pemilihan buku yang memiliki cerita yang menarik dan konten yang relevan dengan perkembangan anak-anak. Ini akan membuat mereka lebih terlibat dalam proses membaca.

Pastikan anak-anak memiliki akses ke buku-buku yang sesuai dengan usia dan minat mereka. Buku-buku dengan gambar yang menarik dan cerita yang sesuai dengan tingkat perkembangan mereka akan lebih memikat.

Menurut sejumlah penelitian psikologi perkembangan, minat baca anak terbentuk sejak usia dini. Karena itu, orang tua perlu memulainya sejak dini. Berikut adalah beberapa peran orang tua dalam mengembangkan minat baca anak:

1.    Menjadi Contoh yang Baik. Orang tua harus menjadi contoh yang baik dalam membaca. Ketika anak-anak melihat orang tua mereka membaca secara aktif, mereka cenderung tertarik untuk menirunya. Ini termasuk membaca buku, majalah, atau bahkan e-book.

2.    Menciptakan Lingkungan yang Mendukung. Menciptakan lingkungan yang mendukung minat baca adalah kunci. Orang tua dapat menyediakan akses mudah ke berbagai jenis buku dan bahan bacaan yang sesuai dengan usia anak-anak. Hal ini juga mencakup menciptakan sudut baca yang nyaman di rumah.

3.    Membacakan Cerita. Membacakan cerita sebelum tidur atau kapan saja adalah cara yang bagus untuk membantu anak-anak mengembangkan minat baca. Ini juga memberikan kesempatan untuk mengikuti perkembangan anak dalam pemahaman cerita dan bahasa.

4.    Mendengarkan dan Berbicara. Selain membaca, orang tua juga harus mendengarkan anak-anak mereka ketika mereka berbicara tentang buku atau cerita yang mereka baca. Mendiskusikan cerita dan bertanya-tanya tentang apa yang mereka pelajari adalah cara yang baik untuk membangun pemahaman.

5.    Mengenalkan Berbagai Genre. Mengenalkan anak-anak pada berbagai genre bacaan membantu mereka menemukan minat mereka sendiri. Ini bisa mencakup cerita fiksi, nonfiksi, komik, dan banyak lagi. Orang tua dapat membimbing mereka untuk menjelajahi dunia bacaan.

6.    Memberikan Pujian dan Dorongan. Memberikan pujian dan dorongan ketika anak-anak membaca adalah hal yang penting. Ini membantu mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk terus belajar melalui membaca.

7.    Bertanya tentang Buku yang Mereka Baca. Bertanya tentang buku yang mereka baca adalah cara yang baik untuk memeriksa pemahaman anak-anak tentang cerita tersebut. Ini juga dapat merangsang diskusi yang mendalam tentang tema dan karakter dalam buku.

Minat baca yang kuat adalah kunci untuk kesuksesan akademis dan perkembangan pribadi anak-anak ke depan. Orang tua memiliki peran yang penting dalam membantu anak-anak mengembangkan minat baca ini. Dengan memberikan dukungan, dorongan, dan lingkungan yang mendukung, orang tua dapat membantu anak-anak mengejar pengetahuan dan imajinasi mereka melalui dunia bacaan.