2 bulan yang lalu
CILEGON – Di Pondok Pesantren Sabilurrahman Cilegon, Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tapi juga dijaga martabatnya. Salah satu komitmen itu terlihat ketika para guru ngaji berkumpul dalam satu majelis ilmu dalam diklat standardisasi guru Al-Qur’an metode tilawati level 1 pada 19-20 Januari 2026.
Selam dua hari penuh, 48 peserta tersebut didampingi langsung oleh Kepala Tilawati Cabang Al-Bantany Kota Cilegon bersama tim trainer tilawati. Para peserta tampak duduk rapi, menyimak dengan khidmad, menata kembali bacaan, makhraj, serta metode pengajaran agar selaras dengan kaidah yang sahih.

Melalui diklat level 1 ini, bersama munaqisy dan trainer Tilawati Cabang Al-Bantany, para pendidik tersebut tidak hanya dibeli pengetahuan, tetapi juga ditempa amanahnya. ”Karena mengajarkan Al-Qur’an bukan perkara bisa atau tidak, tapi benar dan bertanggung jawab,” tutur Kepala Tilawati Cabang Al-Bantany.
Dari pesantren inilah, ikhtiar itu dimulai, perlahan namun pasti. Diharapkan langkah kecil di Pondok Pesantren Sabilurrahman ini mampu mencetak guru-guru Al-Qur’an yang lurus bacaannya, lembut akhlaknya, dan kuat pengabdiannya. (ron/eko)