20 jam yang lalu
Banjarbaru — LSP Pendidikan Al-Qur’an Nurul Falah kembali melaksanakan asesmen uji kompetensi guru Al-Qur’an di Kalimantan Selatan pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan kali kedua dan diikuti oleh seratus guru Al-Qur’an dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Asesmen uji kompetensi tersebut diselenggarakan di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin sebagai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan standar kompetensi guru Al-Qur’an.
Kepala Cabang Tilawati Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Ustaz Khairul Osly, M.Pd. menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya asesmen uji kompetensi ini. Ia menilai, kegiatan ini sangat penting dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran Al-Qur’an di Kalimantan Selatan, terlebih karena dilaksanakan secara berkelanjutan.
Dr. Dyah Rahayu, S.H., M.H., kepala Divisi Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji, menjelaskan bahwa kegiatan asesmen uji kompetensi guru Al-Qur’an merupakan bagian dari penyaluran nilai manfaat dana abadi umat melalui program pendidikan keagamaan.
“BPKH hadir untuk memberikan kemanfaatan dari dana-dana abadi umat yang merupakan hasil efisiensi penyelenggaraan ibadah haji. Harapan kami, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan jumlah pesertanya semakin bertambah sehingga manfaatnya semakin luas bagi guru-guru Al-Qur’an,” tegasnya.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh H. Sudian Noor, S.AP., anggota Komisi VIII DPR RI. Ia menegaskan, asesmen uji kompetensi guru Al-Qur’an menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengajar serta menstandarkan kompetensi guru Al-Qur’an, khususnya di Kalimantan Selatan.
Melalui asesmen ini, diharapkan pembelajaran Al-Qur’an dapat berjalan lebih efektif dan berkualitas sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam pemberdayaan guru Al-Qur’an di daerah. (san/eko)