18 jam yang lalu
SURABAYA — Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya menggelar pembinaan guru LPQ dan Pesantren Tahfidz Leader (PTL) pada Ahad, 4 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 WIB di Gedung TK lantai 2 Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya tersebut menjadi momentum untuk menyatukan visi para pengajar sekaligus meningkatkan kompetensi dalam mendukung kualitas santri.
Kegiatan ini diikuti para guru LPQ dan PTL di bawah naungan Bidang Kepesantrenan Nurul Falah. Hadir dalam kegiatan tersebut Ustaz Moh. Toha Mahsun, S.S. selaku Pengasuh Muda Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya, Ustaz Imam Shonhadji, S.Pd.I. (Kabid Pesantren Tahfidz Leader Nurul Falah), serta Ustaz M. Priyo Jatmiko, M.Ag. (Kabid LPQ Nurul Falah).
Pembinaan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kemampuan para guru melalui pembinaan langsung dari para asatidz di Bidang Kepesantrenan Nurul Falah. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari sinkronisasi program kepesantrenan agar proses pembinaan dan pendidikan santri dapat berjalan lebih terarah dan berkualitas.
Kegiatan diawali dengan antusiasme para guru yang mengikuti pembinaan. Inisiasi kegiatan berasal dari Ustaz M. Priyo Jatmiko sebagai bagian dari upaya upgrade dan pembinaan kompetensi guru. Menurutnya, peningkatan kualitas pengajar menjadi salah satu kunci dalam membentuk kualitas santri yang terstruktur sesuai dengan program kepesantrenan.
Dalam pembukaan kegiatan, Ustaz Toha Mahsun menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pembinaan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan pembinaan guru merupakan agenda penting yang perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Pembinaan ini menjadi momen yang sangat penting dan wajib dilaksanakan setiap tiga bulan sekali,” ujar Ustaz Toha.
Menurutnya, pembinaan secara berkala merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus meningkatkan kemampuan guru, baik yang mengajar di LPQ maupun PTL. Dengan peningkatan kompetensi itu, para guru diharapkan mampu memberikan pembelajaran dan pembinaan yang semakin baik kepada para santri.
Selain pembinaan kompetensi, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya standardisasi bacaan Al-Qur’an. LPQ bersama LAZIS Nurul Falah turut memberikan dukungan kepada para guru melalui pembagian mushaf Al-Qur’an.
Pembagian mushaf tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi atau reward kepada para guru yang telah mengikuti kegiatan pembinaan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung para pengajar dalam menjaga kualitas bacaan Al-Qur’an sekaligus memperkuat standar pembelajaran yang diterapkan kepada santri.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkala, Bidang Kepesantrenan Nurul Falah berupaya membangun kesamaan visi di antara para pengajar LPQ dan PTL. Dengan guru yang semakin kompeten, terampil, dan memiliki visi yang selaras, program kepesantrenan diharapkan mampu berjalan lebih terstruktur sehingga berdampak positif terhadap peningkatan kualitas santri. (fa/eko)