12 jam yang lalu
BANTEN – Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Wisuda Santri TPQ Metode Tilawati Angkatan II Masjid Riyadhus Shalihin Discovery Cielo Bintaro yang digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026 / 17 Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini menjadi momen istimewa sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan para santri dalam menuntaskan pembelajaran Tilawati jilid 1 hingga jilid 6 dengan penerapan kaidah tajwid yang benar.
Sebanyak 10 santri mengikuti prosesi wisuda yang terdiri dari 5 wisudawan dan 5 wisudawati. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Cabang Tilawati, Ustadz Muhamad Rofiq, M.A, serta Bapak RW, para orang tua wisudawan, dan warga Discovery Cielo Bintaro yang memberikan dukungan penuh terhadap pembinaan generasi Qur’ani di lingkungan tersebut.
Rangkaian acara berlangsung secara sistematis dan terstruktur, dipandu melalui susunan acara yang jelas mulai dari pembukaan hingga penutup. Setiap segmen kegiatan memiliki penanggung jawab sehingga acara berjalan dengan tertib, khidmat, dan penuh makna.
Salah satu momen yang paling menarik dalam kegiatan ini adalah ujian publik (munaqosyah) yang dilaksanakan secara langsung di atas panggung. Dalam sesi ini, para wisudawan diuji kemampuan bacaan Al-Qur’an dan penerapan tajwidnya secara acak oleh penguji maupun audiens. Para santri juga melantunkan bacaan Al-Qur’an dengan lagu rost khas Metode Tilawati, yang menambah keindahan dan kekhusyukan suasana.
Momen haru lainnya terlihat saat prosesi penyematan mahkota bakti kepada orang tua, sebagai simbol penghormatan dan ungkapan terima kasih para santri atas peran besar orang tua dalam mendampingi perjalanan mereka mempelajari Al-Qur’an.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur’an secara teknis, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari serta terus menjaga semangat untuk belajar dan mendalami Al-Qur’an.
Wisuda ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran Al-Qur’an melalui Metode Tilawati mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil membaca Al-Qur’an dengan tartil, tetapi juga memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur’an sejak dini.